GHA Bible Institute

BAB VI
PRINSIP MEMBERI DI PERJANJIAN BARU

Di Perjanjian Baru Paulus mengajarkan untuk memberi dengan sukarela.
2 Kor 9:7 “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita”.

Di Perjanjian Baru mengajarkan Tuhan mengasihi orang yang memberi dengan sukacita, jadi kita harus memberi sesuai hati kita bukan karena paksaan. Berbeda dengan perpuluhan yang memaksa dan mematok harus 10%. Dengan disertai ancaman dan kutuk . Tuhan lebih senang kalau kita memberi Rp 100.000 dengan senang hati dari pada kita memberi Rp 1.000.000 dengan suatu perintah atau paksaan. Yang namanya sukarela itu Anda yang harus memutuskan sendiri dan tidak ada angkanya.
Memberi adalah suatu gaya hidup yang Tuhan sudah tempatkan di setiap hati manusia dan di setiap orang percaya sebagai prinsip kekekalan. Tuhan tempatkan perinsip ini kepada setiap manusia. Semua agama selalu mengajarkan untuk memberi. Tetapi manusia tidak tahu memberi itu harus 10%.

A. Jangan Memberi Karena Suatu Perintah
2 Kor 8:8 “Aku mengatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan, dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keikhlasan kasih kamu”.
2 Kor 8:12 “Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu”./


Paulus mengajarkan jangan memberi karena suatu perintah (Ayat 8) Memberilah dengan sukarela dan Jangan memberi bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu (Ayat 12), Paulus ajarkan berikan yang ada padamu bukan yang tidak ada padamu. Perpuluhan jelas itu adalah suatu perintah.
PENTING!!! Paulus selalu mengajarkan memberi itu kepada orang yang miskin dan janda janda bukan untuk dirinya sendiri.

B. Apa Yang Tuhan Mau dengan Uang Kita?
Tuhan mempunyai segalanya yang ada di bumi dan langit dan Dia memiliki seluruh hidup kita. Kalau Tuhan mempunyai segalanya gimana kita bisa memberi uang kepada Dia, dan Tuhan tidak perlu uang kita.
Ajaran yang keliru mengajarkan kita harus memberi pertama atau yang terbaik dari uang kita kepada Tuhan. Saya melihat ada yang tidak cocok dengan firman Tuhan. Tidak dicatat di Alkitab nomor satu, dua dan tiga kemana kita harus memberikan bantuan.
1 Tim 5:8 “Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman”.

Di 1 Tim kita diajarkan untuk membantu keluarga dan saudara kita sebelum membantu yang lain. Dengan kata lain kita harus memenuhi keperluan kita, keluarga kita , orang tua dan saudara kandung, mertua atau setiap orang yang tinggal dirumah kita ,sebelum memberi kepada yang lain. Walaupun tidak dicatat perioritas nomor satu tetapi kalau kita gunakan akal dan logika , keluarga dan sanak saudara yang harus dibantu duluan. Tuhan juga katakan kita harus menghormati orang tua kita, jangan lupa kita harus membalas kebaikan mereka, apalagi kalau hidupnya hanya tergantung dari anak anaknya. Kenyataannya banyak anak Tuhan, orang tua hanya dapat uang sebagian kecil dan gereja mendapatkan jauh lebih besar. Kalau orang tuamu masih hidup sebelum anda menyesal disuatu hari hormatilah mereka yang telah memberikan terbaik buat anda. Balas kebaikan orang tuamu sebagai anak yang tahu berterima kasih.

Ams 22: 1 “Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar”.
Anak Tuhan sudah tidak peduli dengan nama baik, sebab mereka pikir sudah memberi uang 10% dan persembahan kasih kepada gereja, sehingga mereka berfikir mereka sudah melakukan bagiannya. Tetapi hal-hal lain di abaikan seperti tidak bayar hutang, tidak bisa bayar listrik, sewa rumah, tidak ada biaya kalau anak sakit , tidak ada biaya untuk sekolahkan anak, dan yang paling menyedihkan orang Kristen menjadi pelit sekali terhadap sesamanya. Apakah perbuatan ini membawa kemuliaan bagi nama Tuhan.

C. Berikan Uangmu Yang Terbaik Untuk Tuhan
Mat 6:33 “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”.
Ayat ini sering salah dimengerti , ada kata dahulu ( first) ,jadi kita harus memberi uang gaji atau penghasilan kita langsung dipotong 10% untuk gereja dari penghasilan kotor ada juga yang mengajar dari keuntungan bersih. Paulus ajarkan memberi dengan sukarela dan sukacita dan tidak ada jumlah persentase.

Kalau kita baca di Im 27:30-32 perpuluhan itu bukan yang pertama tetapi yang kesepuluh. Ada pendeta katakan karena Kerajaan Allah punya standar yang tinggi jadi harus kasih yang terbaik. Tuhan bilang jangan dipilih yang buruk dan yang baik berikan kepada Tuhan. Biasanya kalau binatang yang lahir kesepuluh itu kurang baik atau cacat. Dan yang diberikan juga makanan bukan uang. Kalau Anda tahu kerajaan Allah itu bukan soal makanan dan minuman tetapi hal hal yang spritual.
Rom 14:17 “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus”.
Kol 3:2 “Yesus katakan pikirkan perkara yang diatas bukan yang di bumi karena yang kelihatan itu sifatnya sementara yang tidak kelihatan itu kekal”.


Saya rasa ada orang yang mulai bingung untuk membedakan perpuluhan dan hasil pertama. Hasil pertama itu bukan perpuluhan tetapi contoh atau sampel dari biji bijian atau makanan yang ukurannya hanya sedikit dalam satu bakul. Dan tidak ada kata uang diayat tersebut, kalau memang Yesus ingin anak-anak-Nya memberikan uangnya yang terbaik, harusnya Yesus menekankan di ayat ini, carilah kerajaan Sorga dahulu dan berikanlah uang dan emas mu yang terbaik. Tetapi yesus tidak bicara apa apa. Artinya ada orang yang membuat asumsi sendiri.

D. Yoh 3:16
Dia sudah berikan yang terbaik maka kita juga harus memberikan yang terbaik untuk Dia. Kata persembahan khusus dalam perpuluhan hanya ada sewaktu orang lewi memberi 1/10 dari 1/10 kepada Tuhan. Orang Lewi harus membawa persembahan khusus 1/10 dari 1/10=1% kepada imam.
Yoh 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal “.

Ayat ini tidak bicara perpuluhan dan tidak bicara persembahan berupa uang, tidak ditulis kita harus merespon kebaikan Yesus dengan memberi uang, tetapi ayat ini bicara tentang kasih karunia. Dia mengasihi dunia untuk menyelamatkan manusia.
Ef 2:8 “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah”.
Keselamatan bukan karena hasil usaha kita apalagi dikaitkan dengan uang, seolah olah kita bisa membantu Tuhan dengan membayar Tuhan yang nilainya Tuhan hanya 10%.

E. Kemana Tujuan Memberi
Di Perjanjian Baru jelas ditulis tujuan dari memberi

1. Untuk membantu diri sendiri dan orang terdekat, diantaranya: keluarga, orang tua, relatif seperti saudara kandung, sepupu, dan orang terdekat yang bekerja untuk Anda seperti pembantu, supir, sekuriti yang tinggal bersama anda. Berikan gaji yang baik untuk mereka.
1 Tim 5:8 “Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman”.
1 Yoh 3:17 “Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?”.


2. Untuk membantu saudara seiman atau orang orang kudusnya Tuhan.
Kis 2:44 “Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama."
Kis 2:45 “Dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing”.


Semangat dan roh memberi sangat luar biasa pada jaman gereja mula mula, orang-orang percaya berniat dan bersukacita menyerahkan properti kepunyaan mereka supaya dibagi rata kepada saudara saudara nya yang berkekurangan.
Kis 4:34-35 “Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya”.
Gal 6:9-10 “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman”.
2 Kor 11:28 “Dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat”.

Mat 25:35 “Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan”.
Mat 25:36 “Ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku”.
Mat 25:37 “Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?”.
Mat 25:38 “Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?”.
Mat 25:39 “Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?”.
Mat 25:40 “Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku”.


Yesus membuat pernyataan yang sangat jelas, kalau engkau lakukan kepada salah satu saudara-Ku yang paling hina maka kamu lakukan itu untuk-Ku. Kata hina , biasanya orang yang sudah sangat dalam kesusahan seperti tidak bisa bekerja karena cacat, sudah tua ,atau janda janda, anak yatim piatu, tidak punya uang untuk makan, tidak punya uang untuk bayar sewa tempat tinggal, dll.
Fil 4:15-18 “Sewaktu Paulus berkekurangan sempat mendapat bantuan dari jemaat di Makedonia dan tesalonika”.
Tetapi Paulus tidak seterusnya mendapat bantuan, hanya beberapa tahun saja pada permulaan gereja sekitar 30 tahun setelah Kalvary, dan tidak ada kata perpuluhan.

3. Membantu orang miskin.
Firman Tuhan mengajarkan kita harus memberi kepada orang miskin.
Luk 12:33 “Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah!"
Yesus sedang bicara soal kekayaan, pertanyaan saya mengapa Yesus tidak ajarkan untuk memberi perpuluhan atau menyisihkan uang kepada gereja. Apakah Dia lupa kasih tau si orang kaya untuk menyisihkan 10% ke gereja. Malah Dia suruh bagikan semua hartanya kepada orang miskin supaya beroleh harta di surga. Bukan supaya dapat upah hartanya menjadi berkali kali lipat. Upah selalu dijanjikan di sorga.

Yak 1:27 “Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia”.
Luk 4:18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin”.
2 Kor 9:9 “Seperti ada tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya”.
Ef 4:28 “Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan”.


Ini ayat sungguh luar biasa, Yesus berkata kepada orang pencuri, harus bekerja supaya bisa membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. Padahal orang ini untuk keperluan dirinya harus mencuri, dengan kata lain kalau kebetuhan kita dipenuhi kita bisa membantu orang lain. Bagaimana kalau kita hidup dalam berkat melimpah bukannya kita dituntut lebih untuk membantu orang lain?
Kis 20:35 “Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima”.

F. Memberi Kepada Gereja
Di Perjanjian Baru tidak ada yang namanya gedung gereja, karena setiap orang percaya adalah bait suci Allah. Jadi banyak yang bertanya kalau Tuhan Yesus tidak perintahkan apa kita tetap harus memberi kepada gereja? Apakah ada upahnya kalau memberi bukan karena perintah Tuhan. Saya tetap mendorong Anda untuk tetap memberi kepada gereja, tetapi berdasarkan pemberian sukarela.
Waktu Yesus mengutus murid muridnya pergi menginjil, Yesus tidak bicara soal bantuan uang atau gaji sama sekali, di Mat 10 dan Luk 8, tetapi saya tetap mendorong supaya kita membantu gereja yang punya misi dan keuangan yang jelas.

Konklusinya adalah Firman Tuhan selalu ajarkan untuk memberi orang yang berkekurangan. Itulah cara memuliakan Tuhan.
Ams 14:31 “Berbelas kasihan kepada miskin maka engkau Memuliakan Dia”
Ditulis dengan sangat sederhana oleh Salomo orang terkaya di bumi , untuk memuliakan Tuhan adalah membantu orang miskin.

G. Memberi Jangan Diketahui Orang Lain
Mat 6:1 "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga”.
Mat 6:2 “Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya”.
Mat 6:3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu."
Mat 6:4 “Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu”
Kalau anda memberi sedekah atau bentuk pemberian apapun jangan sampai orang lain mengetahuinya.


H. Jemaat Di Makedonia
Paulus memberi contoh bagaimana jemaat di Makedonia memberi. Mereka memberi bukan 10%, dikatakan gereja di Makedonia.
2 Kor 8:1 “Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia”.
2 Kor 8:2 “Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan”.
2 Kor 8:3 “Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka”.


Jemaat di Makedonia memberi berkelimpahan di dalam kemiskinan mereka. Dikatakan didalam kemiskinan mereka tetapi sukacita mereka meluap dalam kemurahan. Gereja di Macedonia sangat miskin, tetapi mereka sangat murah hati di (Ay 3) dikatakan mereka memberi dengan melebihi kemampuan mereka. Artinya mereka memberi lebih dari pada yang seharusnya mereka tidak harus lakukan, mereka memberi menurut kemampuan mereka bahkan melampaui kemampuan mereka.

2 Kor 8:4 “Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus”.
2 Kor 8:5 “Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami”.


Alasan mereka memberi itu adalah di ayat 5 karena mereka memberikan diri mereka pertama tama kepada Allah. Artinya ketika kita memberi diri kita kepada Allah kemudian segalanya yang ada pada kita adalah kepunyaan Allah.

Apa motivasi dari mereka memberi? Bukan untuk mendapatkan sesuatu yang dikembalikan dari Tuhan berupa materi. PENTING!! Dan tujuan mereka memberi adalah untuk membantu jemaat lain yang dalam kelaparan , BUKAN untuk rasul Paulus dan bukan untuk pelayanannya Paulus dan bukan untuk pembangunan gereja yang mewah.

I. Memberi Supaya Ada Keseimbangan
2 Kor 8:13 “Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan”.
2 Kor 8:14 “Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan”.

Paulus mengajarkan memberi supaya ada keseimbangan. Yang kaya dianjurkan untuk memberi lebih supaya bisa mencukupkan kekurangan mereka. Tapi tujuan dari memberi adalah untuk membantu jemaat berkekurangan supaya ada keseimbangan.

J. Adakah Jumlah Presentasi Untuk Memberi
1 Kor 16:1 “Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu berbuat sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang kuberikan kepada Jemaat-jemaat di Galatia”.
1 Kor 16:2 “Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing--sesuai dengan apa yang kamu peroleh--menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang”.

Rasul Paulus memberi petunjuk langsung kepada gereja di Korintus untuk mengumpulkan uang bagi orang orang kudus di Yerusalem untuk menyisihkan sesuatu. Tidak ada kata perpuluhan di ayat ini. Tujuan Paulus meminta bantuan untuk membantu jemaat Tuhan di Yerusalem yang sedang mengalami kelaparan hebat. Paulus berkata berikan apa yang ada padamu dan yang punya banyak harus kasih lebih. Tidak ada persentase dalam hal memberi.

PENTING!!! pemberian itu bukan untuk Paulus tetapi membantu gereja yang sedang dalam kelaparan hebat. Ada yang terlalu berani mengartikan ayat ini sebagai perpuluhan. Paulus itu bukan dari suku Lewi dia tidak berhak untuk menerima perpuluhan. Dan tidak masuk akal Paulus mengajarkan perpuluhan, dia saja tidak mau mengambil haknya .
Lagipula perpuluhan itu makanan . Paulus akan berdosa kalau dia mengajarkan perpuluhan , karena Yesus tidak pernah mengajarkan perpuluhan kepada Paulus dan kepada semua murid Yesus.

Kis 11:27 “Pada waktu itu datanglah beberapa nabi dari Yerusalem ke Antiokhia”.
Kis 11:28 “Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius”.
Kis 11:29 “Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara yang diam di Yudea”.


1 Kor 16:1 dalam bahasa asli dari kata pengumpulan (collection) Greek-nya (tees logeias) artinya logistik. Menurut beberapa profesor dan ahli teologi, disini ada sedikit kurang tepat menterjemahkan, logistik diartikan jadi uang. Ada beberapa alasan yang diminta sumbangan itu adalah makanan.
1. Paulus tidak pernah menggunakan kata uang, perak, emas dalam menjelaskan pengumpulan. Karena Paulus menolak untuk dibantu keuangannya dan menganjurkan pemimpin gereja harus bekerja supaya tidak membebankan jemaat. Kalau ada kata kekayaan yang Paulus maksud adalah tentang spiritual.
a. Kis 20: 33 “Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga”.
b. 1 Tim 3:3 “Bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang”.
c.
1 Tim 6:10 “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka” d. 2 Kor 8:7 “Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami--demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini”.
e. 2 Kor 12:14 “Sesungguhnya sekarang sudah untuk ketiga kalinya aku siap untuk mengunjungi kamu, dan aku tidak akan merupakan suatu beban bagi kamu. Sebab bukan hartamu yang kucari, melainkan kamu sendiri”.

2. Pada saat itu ada kelaparan yang hebat. Pada saat kelaparan bukan uang yang diperlukan tetapi makanan.
3. Dan rabi Yahudi tidak mau menerima uang pada hari Sabbath, bahkan sampai hari ini rabi tidak mau melakukan itu.
4. Seumpamanya Paulus minta uangpun, uangnya bukan untuk dirinya tetapi untuk membantu orang lain.
5. Tetapi ini tidak perlu diperdebatkan apakah ini bicara soal uang atau makanan. Tetapi ini bukan bicara perpuluhan sama sekali dan tujuannya untuk membantu jemaat yang sedang kelaparan.

Perhatikan cerita dari murid-murid di Atiokhia yang memberi bantuan kepada saudara saudara mereka di Yudea yang sedang kelaparan sesuai kemampuan mereka masing masing. Tidak ada kata 10%. Dengan kata lain yang punya lebih harus memberi lebih. Yang punya sedikit memberi sedikit, dan ini berdasarkan SUKARELA.
Paulus katakan
2 Kor 12:14 “Bukan hartamu yang aku cari melainkan kamu sendiri”. 2 Kor 11:7 “Apakah aku berbuat salah, jika aku merendahkan diri untuk meninggikan kamu, karena aku memberitakan Injil Allah kepada kamu dengan cuma-cuma?”.
2 Kor 11:8 “Jemaat-jemaat lain telah kurampok dengan menerima tunjangan dari mereka, supaya aku dapat melayani kamu!”.


K. Memberi Bukan Karena Perintah atau Paksaan
2 Kor 8:8 dan 2 Kor 9:7 “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita”.
Paulus dengan sederhana mengajarkan memberi dengan sukarela, atau jangan ada perintah dan paksaan. Jadi siapa yang harus memutuskan jumlah adalah diri sendiri. Saya berharap saudara bisa mengerti. Jumlah persentase yang kita mau berikan adalah sesuai keputusan kita. Pertanyaan apakah ajaran perpuluhan yang selama ini diajarkan itu perintah, paksaan atau bahkan intimidasi. PENTING!! Tidak mungkin seorang murid Yesus melawan ajaran Gurunya ,jika Gurunya mengajarkan perpuluhan tetapi murdinya mengajarkan ajaran lain.

Alasan mengapa kita diajar untuk memberi:
1. Untuk menolong orang orang kudus sebagai jemaat Tuhan, orang asing (siapa saja yang perlu pertolongan) dan semua orang miskin termasuk hamba hamba Tuhan yang miksin yang memerlukan bantuan.
2. Karena kita mengasihi Tuhan maka kita akan mengasihi sesama, sesuai perintah Tuhan kasihilah sesamamu.
3. Membawa kemuliaan bagi nama Tuhan supaya dunia tahu bahwa Tuhan dan Kerajaan Sorga lebih penting dari segalanya.
4. Supaya mendapat upah di Kerajaan Surga dan hal-hal yang spiritual di bumi. Bukan berkat jasmani upahnya.
5. Memberi untuk menyenangkan hati Tuhan bukan untuk mengharapkan apa apa dari Tuhan, bukan memberi dengan sikap yang keluar dari hati karena keserakahan berharap Tuhan memberikan kembali sesuatu karena pemberian itu.

L. Menabur dan Menuai
Anda mungkin sering mendengar Gal 6:7-10. Apa yang ditabur orang pasti akan dituai. Anda tidak perlu menjadi petani untuk mengerti ini. Tanam pisang pasti akan tumbuh pisang.
Gal 6:7 “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya”.
Gal 6:8 “Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.”


Tabur tuai terbentuk menjadi suatu hukum, baik hukum alam, hukum ilmu pengetahuan dan hukum agama. Contoh hukum gravitasi kalau saudara menjatuhkan diri dari lantai 10 sudah pasti Anda akan patah tulang dan kemungkinan bisa fatal. Kalau hukum alam, Anda makan makanan yang tidak sehat dan tidak pernah berolah raga akibatnya Anda akan lebih cepat menghadap pencipta atau kalau Anda merokok pasti akan kena berbagai macam penyakit. Apapun latar belakang Anda, ini pasti akan terjadi terhadap semua orang.

Contoh lain lagi kalau Anda sudah berumur 45 tahun ke atas, harus lebih hati hati karena kita semakin tua, otomatis penyakit akan mulai berdatangan. Ini hukum alam yang harus terjadi kalau kita semakin tua maka kondisi kesehatan juga akan berkurang. Apalagi kita hidup di dunia yang penuh dengan dosa. Jadi ajaran yang salah bahwa anak Tuhan tidak boleh sakit. Apakah ada orang yang tidak bertambah tua.

Paulus memilih hukum ini dituliskan kepada gereja di Galatia. Ini adalah saat saat Paulus dalam tahap terakhir dari pelayanannya. Paulus berkhotbah untuk memperingatkan kembali jemaat di Galatia. Dalam 2 pasal terakhir, Paulus menulis sebagai orang percaya tidak lagi hidup dalam keterikatan oleh sistim dari hukum. kita sudah dibebaskan dari hukum Taurat dan berjalan dalam Roh.
Paulus memperingatkan kembali supaya anak anak Tuhan menjadi cerdik agar tidak lagi tertipu oleh guru-guru palsu. Karena pada saat itu masih banyak orang orang percaya yang masih menjaga ritual , dan mengkikuti adat istiadat termasuk membawa perpuluhan ke sistim Lewi karena masih taat dengan hukum Taurat.

Gal 2:4 “Ada saudara-saudara palsu yang menyusup masuk untuk menghadang kebebasan kita yang kita miliki di dalam Kristus Yesus, supaya dengan jalan itu mereka dapat memperhambakan kita”.
Ayat 7, bahasa Inggrisnya Don’t be deceived (jangan tertipu) banyak orang tidak perhatikan kata kunci ini. Kata don’t be deceived ini sangat menarik untuk dikupas. Pasti ada alasannya kenapa Paulus harus tulis ini. MENGAPA? Karena Jemaat di Galatia sudah pernah di tipu oleh guru-guru palsu. Paulus mendesak supaya jemaat di Galatia jangan terulang lagi sampai kena jebakan dan tipu daya , kamu harus disunat supaya selamat, kamu harus tetap menjaga hukum Musa termasuk membawa persembahan perpuluhan ke sistim lewi supaya selamat. Dengan kata lain Paulus mengajarkan jangan mau dibodohi terus menerus, belajarlah dari pengalaman.

Gal 3:1 “Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?”.
Paulus menggaris bawahi di Ayat 6:2 “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus” dan di Gal 6:5 “Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri”.

Konklusi ajaran Paulus di Gal 6 :
1. Untuk membantu orang yang sedang terbeban berat
2. Supaya kita memikul tanggungan diri sendiri.
3. Ayat ini bukan dipakai dengan Paulus sebagai taktik untuk pengumpulan dana.
4. Ayat ini bukan bicara mengumpulkan uang untuk dirinya sebagai rasul.

2 Kor 9:6 “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga”.
2 Kor 9:7 “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita”.
2 Kor 9:8 “Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan”.

2 Kor 9:9 “Seperti ada tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya”.
2 Kor 9:10 “Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipat gandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu”.
2 Kor 9:11 “Kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami”.
2 Kor 9:12 “Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah”.


Ayat ini bicara universal beri maka kita akan diberi. Tetapi Paulus tidak mengatakan dalam kondisi kita akan menerima berkat keuangan kalau kita memberi. karena Paulus sendiri tidak pernah mau menerima uang, harus dianjurkan untuk bekerja untuk mendapatkan uang. Apakah hadiah yang Tuhan janjikan kalau kita menabur dari ayat diatas?
1. Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kita
2. Supaya berkecukupan di dalam segala sesuatu (Ayat 8)
3. Diberikan kelebihan dalam kebajikan (Ayat 8 b)
4. Roti untuk dimakan bicara makanan supaya kita tidak kelaparan (Ayat 10)
5. menumbuhkan buah-buah kebenaran (Ayat 10 b)
6. Diperkaya dalam segala macam kemurahan hati (Ayat 11)
7. Dibangkitkan syukur kepada Allah (Ayat 12)

Tuhan tidak pernah menjanjikan KEKAYAAN materi kalau kita memberi uang. Dia selalu berjanji tentang kekayaan spiritual dan Kerajaan surga. Benih yang Tuhan selalu maksudkan adalah benih Firman Tuhan supaya menghasilkan kebenaran dan jiwa-jiwa.
Ada 140 kata uang ,417 kata emas, dan 320 kali kata perak dalam King James. Kata uang di dalam Alkitab, harusnya di ayat ini paling tepat kalau Yesus mau kita diperkaya dalam hal keuangan, karena ayat ini bicara menabur dan menuai, dan ada kata diperkaya, sangat aneh dan berlawanan ajaran selama ini ,Tuhan mau saudara makmur dalam keuangan.
Apa arti kecukupan, Paulus mengajarkan asal ada makanan dan pakaian cukuplah 1 Tim 6:8. Kita harus belajar mencukupkan diri kita tetapi belajar tidak pernah cukup untuk memberi dan menolong orang lain. Tujuan Tuhan memberkati kita adalah supaya kita bisa menjadi saluran berkat kepada orang yang kurang bernasib baik.

Tuhan sangat tahu keperluan kita, sehingga Dia akan memenuhi apa yang kita perlu tetapi bukan apa yang kita mau. Kita harus percaya sepenuhnya kepada Tuhan, Dia tahu yang terbaik.
Fil 4:19 “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus."
Kata keperluanmu bicara sandang pangan dan papan bukan keinginan adalah hal hal yang kedagingan.
Mat 7:7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu”.

Setelah sekian tahun Anda tidak dapatkan juga apa yang engkau ingini , Anda mungkin tidak berdoa.
Yak 4:2 “Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa”.
Kalau saya berhenti di sini maka Anda akan mendapat doktrin yang keliru. Mengapa? Karena kalau Anda tidak membaca ayat 3 nya maka Anda akan kecewa.

Yak 4:3 “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu”.
Saya mendengar kesaksian dari ratusan orang yang berkata saya sudah kasih uang kepada Tuhan (gereja) tetapi keuangan kami malah tambah berantakan. Mengapa ? Karena Tuhan Yesus tidak pernah berjanji mengembalikan berkat-Nya berupa uang atau berkat materi di Perjanjian Baru.

M. Upah Apa yang Dijanjikan Di Bumi
Selain upah di kekekalan atau surga, upah di bumi yang Tuhan berikan adalah damai sejahtera, kasih karunia, pengharapan, kemurahan hati, ucapan syukur, sukacita, keadilan, buah buah roh dan kecukupan supaya anak-anak-Nya tidak kelaparan.

Yesus tidak pernah punya tujuan untuk memberikan kekayaan materi kepada anak-anak-Nya. Tujuan utamanya adalah supaya kita peroleh keselamatan.
2 Kor 9:11 “kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami”.
Fil 4:7 “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus”.


Kata kaya didalam perjanjian baru adalah hal hal yang berhubungan dengan spiriutal bukan materi.
Yoh 14:27 “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu”.

Yesus membuat pernyataan dengan tegas kekayaan yang Dia berikan tidak sama dengan kekayaan yang dunia berikan, jangan gelisah dan gentar hatimu artinya jangan takut dengan urusan urusan duniawi, Aku akan menyertaimu dengan damai sejahtera-Ku.
Roma 15:33 “Allah, sumber damai sejahtera, menyertai kamu sekalian! Amin”.

Saya belum menemukan ayat bahwa Yesus akan memberikan kita kemakmuran, kekayaan dalam bentuk materi atau uang, bebas dari penyakit, dll. Ini semua yang ditawarkan oleh iblis yaitu godaan keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup.
1 Yoh 2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia."

Yang dijanjikan di bumi adalah damai sejahtera Allah. Ukuran kekayaan dimata Tuhan adalah hal yang tidak kelihatan. Bukannya kita tidak boleh kaya dalam materi tetapi tidak semua orang dan tidak semua anak Tuhan harus menjadi kaya.
Roma 15:3 “Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan”.
Ef 2:17 “Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat"”.
1 Pet 1:2 “Yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu”.


Allah adalah sumber damai sejahtera, supaya kita dilimpahkan pengharapan ,damai sejahtera dan sukacita bagi siapa yang menerima darahNya . Ayat ini berhubungan dengan
Yoh 3:16 “Dia telah mengobankan anak-Nya yang tunggal. Perhatikan apa yang dijanjikan oleh Yesus bagi orang yang menerima Dia, yaitu kasih karunia dan damai sejahtera”.

N. Upah Di Kerajaan Sorga
Gal 1:3 “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga”.
Luk 6:23 “Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga”.
Luk 12:33 “Jualah segala Milikmu dan berilah sedekah dan buatlah pundi2 mu yg tdk dapat menjadi tua yaitu harta disorga yg tidak akan habis”.
1 Tim 6:19 “Dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya”.
Luk 14:12-14 “Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar”.
Luk 18:22 “Yesus bicara kepada anak muda kaya dan Zakheus jual hartamu bagikan ke org miskin supaya peroleh harta di sorga”.


Petrus bertanya kepada Yesus, apa upahku?
Mat 9:27 “Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?".
Mat 19:28 “Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel”.


Saya tidak pernah menemukan Yesus dan murid-murid-Nya mengajarkan supaya kita mengejar kekayaan. Apalagi menuai 100 kali lipat.
1 Kor 9:14 “Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu”.
Paulus menghubungkan ayat ini sewaktu Yesus mengirim murid-muridnya untuk pergi menginjil di Mat 10:10 dan Luk 10:8. Yesus hanya bicara tentang bantuan untuk makan dan tempat tinggal. bukan harus menjadi kaya raya, mengumpulkan harta di bumi.

Kalau Yesus menetapkan ini sebagai perpuluhan berarti, Paulus menulis ayat dengan sengaja menentang ajaran Yesus. Paulus tahu bahwa perpuluhan hanya boleh datang dari tanah kudusnya Tuhan berupa makanan dan hanya orang suku Lewi yang boleh menerima.
Gal 6:6 “Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu”.

Tidak ada orang lain yang mengerti ayat ini selain Paulus yang menyampaikan. Paulus tidak bicara untuk memberi uang kepada dirinya atau untuk keuntungan dirinya. Paulus sedang bicara kepada gereja di Galatia yang sedang mengalami kekurangan ,dan perlu sekali pertolongan. Bandingkan dengan surat Paulus di Kis 20:33-35, 1 Kor 9:4-18 dan 2 Kor 8:20- 21, 2 Tes 3:6-11.
Konteks dan aturan dari Gal 6 di dasari dengan prinsip untuk membantu orang di Ayat 1-5 dan dibagi menjadi dua prinsip:
1. Orang Kristen harus memikul beban dari sesama orang percaya (Ayat 2).
2. Setiap orang percaya harus memikul tanggungannya sendiri (Ayat 5).

Sangat tidak masuk akal kalau Paulus mengajarkan untuk dapat bayaran dalam pelayanannya. Dia katakan orang yang tidak bekerja jangan makan (2 Tes 3:8). 1 Kor 9:14 dan Gal 6 6 menjadi kesukaan dari beberapa para pendeta di Amerika yang rakus akan uang, mereka hanya membuat definisi dan asumsi untuk mendapatkan uang jemaat.
2 Kor 8:9 “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya”.

Kata supaya kamu menjadi kaya sering dipakai untuk meyakinkan bahwa Yesus mau supaya kita kaya. Paulus tidak pernah memakai kata supaya kita kaya dalam konteks kekayaan materi. Ini bicara kekayaan spiritual.
1 Tim 6:10 “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka”.
1 Tim 6:11 “Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan”.


Paulus memberitahu Timotius jangan memburu uang, tetapi kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih ,kesabaran dan kelembutan. Bearti Paulus tidak berhikmat mengajarkan perinsip yang berbeda beda, yang akan membuat orang yang mendengarnya menjadi bingung dan tidak mengerti apa yang dimaksud.

O. Matthew Henry berkomentar -Barangsiapa yang Mau Memiliki Dunia dan Mengasihinya, Orang itu Melecehkan Tuhan. Tetapi Orang yang Mengasihi Tuhan, Pasti Membuang Pertemanan dengan Dunia
Di Perjanjian Lama Tuhan banyak bicara tentang berkat materi, tetapi jangan lupa ada konsekuensinya jika anda tidak bisa melakukan seluruh hukum Taurat.

P. Injil Itu Cuma-Cuma
Mat 10:8 “Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma”.
Kis 8:20 “Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang”
1 Kor 9:18 “Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil”.
1 Kor 9:19 “Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang”.


Ketiga ayat diatas perlu diingat karena kalau ada orang yang mengajarkan kalau anda mau kaya, sehat , mendapat anak dan sukses tetapi harus memberi memberi uang dulu kepada penginjilan. Itu adalah ajaran yang tidak alkitabiah.
Kol 2:18 “Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi”.
Kol 2:23 “Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi”.


Q. Pemimpin Patut Dihormati Dua Kali
Ayat ini sering salah dimengerti, Sangat tidak masuk akal Paulus menganjurkan Timotius untuk mengambil gaji dua kali lipat atau mendapat hormat lebih.
1 Tim 5:17 “Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar”.
1 Tim 5:18 “Bukankah Kitab Suci berkata: "Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik," dan lagi "seorang pekerja patut mendapat upahnya”.

Penterjemahan dari versi scholar Yunani yang sangat terpandang menolak untuk mengartikan dihormati dua kali sebagai gaji dua kali atau pembayaran dua kali.

Konteks dari dihormati dua kali adalah menegur penatua yang melakukan kesalahan di dalam gereja bukan bicara bayaran atau dihormati, konteksnya adalah tentang kedisiplinan untuk pemimpin yang lebih tua , dan lebih berpengalaman. Harus lebih hati hati untuk menegor pemimpin gereja dan janda janda yang membuat kesalahan. Ayat 1-16 dan 19-20 jelas sedang mendiskusikan tentang DISIPLIN

1 Tim 5:1 “Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegurlah orang-orang muda sebagai saudaramu”.
1 Tim 5:3-16 “Hormati janda janda karena hormat itu lebih besar daripada menegur”.
1 Tim 5:17-18 “Hormati dua kali lipat karena bekerja”.
1 Tim 5:19-20 “Tegorlah mereka yang membuat kesalahan di pelayanan didepan umum”.
1 Tim 5:21 “Jangan memihak atau menegor dulu tetapi dahului hormat”.
1 Tim 5:22 “Jangan terburu buru mendisplinkan mereka ,ingat harus hormat yang didahului”.
1 Tim 5:24 “Tuhan akan mengadili dosa”.

1 Kor 12:22 “Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan”.
1 Kor 12:23 “Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus”.
1 Kor 12:24 “Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus”.


Paulus mengajarkan tubuh yang kurang terhormat harus diberikan penghormatan khusus. Kalau saudara melayani di gereja, pelayanan yang mana yang kurang terhormat. Misalnya pembersih toilet, tukang sapu, tukang parkir , merekalah yang layak diberikan penghormatan khusus.
Tidak masuk akal ajaran Paulus untuk minta dihormati, karena Yesus memberikan contoh membasuh kaki murid-murid-Nya, Yesus katakan barang siapa yang ingin menjadi besar harus menjadi yang paling kecil. . Sangat berbeda sekali konteksnya, sebagai hamba Tuhan disuruh jadi budak Kristus tetapi ingin dihormati dua kali lipat.

Penghormatan akan diperoleh untuk semua orang karena ini hukum universal kalau anda menghormati orang maka anda akan dihormati, Rom 2:10 “Tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani”.

Paulus katakan aku tidak mau menjadi beban buat jemaatku makanya Paulus anjurkan kepada pemimpin gereja untuk bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya dan pekerjanya.
• Firman Tuhan “BISU“ tidak pernah tulis berapa gaji yang seharusnya untuk pelayan Tuhan yang pantas di bantu. Yang ada dasarnya adalah pemberian sukarela.
• Firman Tuhan juga tidak menulis pelayan Tuhan harus kerja secara penuh.
• Mat 10:1-10 dan Luk 10:1-7 bantuan untuk pelayan Tuhan ditulis di ayat itu. Harus hidup sederhana sampai makan dan tempat tinggal saja harus menumpang. Bukannya harus sampai menumpang di rumah orang cuma Yesus membuat jelas bahwa pelayan Tuhan jangan hidup seperti selebriti, Boss atau CEO.
• Yesus tidak menganjurkan pekerja dibayar berlebihan, tetapi di bantu dengan bantuan yang minim.
• Yesus tidak memberikan otorisasi murid-murid-Nya untuk menerima perpuluhan, sewaktu HUKUM MUSA masih mempunyai kekuatan penuh.

R. Standar Dari Kerajaan Allah
Kerajaan Allah sering diartikan dan dihubungkan dengan hal – hal materi. Kekayaan materi Itu bukan standar dari kerajaan Allah. Itu standar dari ukuran dunia.
Rom 12:2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”.

Menurut Firman Tuhan Kerajaan Allah adalah hal-hal yang spiritual.
Yoh 3:5 “Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah”.
Luk 6: 20 “Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah”.

Yesus berkata pikirkan perkara perkara diatas bukan dibumi . Tidak ada ayatnya yang mengajarkan ukuran Kerajaan Allah itu ukurannya kemewahan dan materi yang dihubungkan dengan pesawat pribadi, rumah seharga puluhan sampai ratusan milyard dll.

S. Apakah Pemimpin Gereja Tidak Boleh Berbisnis
Kita sering mendengar bahwa pendeta tidak boleh berbisnis atau bekerja selain melayani Tuhan. Firman Tuhan “BISU“ tidak pernah mengatakan itu. Justru malah sebaliknya. Paulus ajarkan pemimpin gereja harus bekerja seperti Paulus sebagai pengusaha pembuat tenda.
Kis 20:33-35 “Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima”.

Paulus mengajarkan kepada pemimpin gereja harus bekerja, dengan tujuan kalau mendapat uang untuk keperluan dirinya dan membantu orang lemah. Dia mengajarkan kepada Timotius sebagai pemimpin agama supaya harus hidup sederhana asal ada makanan dan pakain cukuplah. Dan jangan mengejar kekayaan dan merasa cukup untuk diri sendiri tetapi merasa tidak cukup untuk orang lain.

T. Paulus Belajar Untuk Mencukupkan Diri
1 Tim 6:8 “Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah”.
1 Tim 6:9 “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan”.
1 Tim 6:10 “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka”.
1 Tim 6:11 “Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan”.
1 Tim 6:12 “Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.”


Paulus mengajarkan kejarlah keadilan kasih, ibadah, kesetiaan, kesabaran, kelemah lembutan, bertandinglah dalam pertandingan iman, perhatikan apa upahnya dari pertandingan itu adalah untuk kehidupan yang kekal. Bukan mengejar kekayaan dan akumulasi kekayaan.

U. Berkat 100 Kalilipat
Saya sangat cemas dengan ajaran berkat seratus kali lipat beri 1 juta akan dapat 100 juta. “tabur benih“uang” mu ke gereja dan akan mendapatkan kembali bahkan 30, 60, 100 kali. Yang perlu anda telusuri apakah Firman Tuhan mengajarkan “ Tanah yang subur” diartikan kita harus memberi uang kita.

V. Kata Seratus Kali Lipat yang Pertama
Mat 13:23 “Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat”.
Luk 8:15 “Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan”.
Luk 8:14 “Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang”.


Jesus memberikan perumpamaan tentang penabur. Ini bicara tentang orang yang menabur kebenaran Firman Tuhan (gospel) BUKAN uang, supaya bisa menuai jiwa-jiwa untuk Kerajan Surga. Tidak masuk akal kalau Yesus mau kita mempunyai kekayaan sampai seratus kali lpat karena di Ayat 14 menjelaskan perumpamaan tentang benih itu yang jatuh ke semak duri justru orang yang ingin mengejar kekayaan dan kenikmatan hidup.

W. Kata Seratus Kali Lipat Kedua
Mat 19:29 “Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal”.
Mat 19:21 “Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku”.
Mat 19:22 “Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya”.
Mat 19:23 “Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga”.

Yesus punya pernyataan juga tidak masuk akal di ayat ini kalau Dia mau murid-murid-Nya supaya mempunyai kekayaan dunia sampai seratus kali lipat di Ayat 23.

X. Kata Seratus Kali Lipat Ketiga
Mar 10:29 “Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya”.
Mar 10:30 “Orang itu sekarang PADA MASA INI JUGA juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal”.
Luk 18:29 “Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Kerajaan Allah meninggalkan rumahnya, isterinya atau saudaranya, orang tuanya atau anak-anaknya”.
Luk 18:30 “Akan menerima kembali lipat ganda pada masa ini juga, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal”.


Karena ada kata pada saat ini juga, ayat ini bisa jadi salah mengerti dan ini berlawanan dengan ayat-ayat lainnya yang mana Yesus tidak mau murid-murid-Nya dan anak-anak-Nya untuk memiliki 100 rumah, 100 ayah dan 100 ibu, 100 kakak laki-laki dan perempuan.
Sangat tidak masuk akal untuk diartikan seperti ini. Yang masuk akal adalah kita akan punya 100 rumah, 100 ayah dan ibu, 100 kakak adik, di Kerajaan Surga. Dan kalau kita mengutip ayat selanjutnya menjelaskan akan disertai berbagai penganiayaan di Ayat 30.

Konklusi bahwa Perjanjian Baru tidak ajarkan berkat 100 kali lipat itu merujuk kepada berkat materi dan keuangan di dunia.
Mar 4:19 “Lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah”.
Sangat tidak mungkin Yesus berkata di Mar 4 justru orang yang khawatir akan dunia dan tipu daya kekayaan yang membuat Firman Tidak berbuah, terus kemudian di Mar 10 Yesus ajarkan harus punya 100 rumah.
Ibr 13 “Jangan jadi hamba uang”.

PENTING!!Tidak masuk akal juga kalau Yesus mau anak-anak-Nya kaya dan sukses dalam keuangan kenapa tidak ada satu dari murid Yesus yang kaya materi.
Mengapa ayat ini suka salah di tafsirkan karena :
1. Supaya membangkitkan ekspektasi seseorang supaya memberi lebh banyak dan berharap dapat hasil yang lebih besar.
2. Ayat ini sama sekali tidak bicara tentang investasi untuk mendapat keuntungan.
3. Kalau formula atau cara ini bekerja mengapa pendeta terus menerus meminta minta uang jemaat, kenapa tidak dipraktekan sendiri Firman Tuhan ini sehingga tidak perlu meminta minta terus sehingga meringankan beban buat jemaat.
4. Harusnya setiap anak anak Tuhan harus menjadi kaya kalau sistem ini benar. Faktanya di setiap negara justru para konglomerat bukan anak-anak Tuhan.
5. Saya mendengar ratusan bahkan ribuan orang yang setia memberikan uang selama puluhan tahun tetapi asetnya dan keuangannya tidak bertambah 30, 60, 100 kali lipat.

GOD BLESS YOU

Copyright by : GIVING2GOD.COM